Rabu, 11 November 2009

PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Pendekatan atau Approach merupakan suatu tehnik untuk memahami dan memenuhi apa yang dibutuhkan siswa sebelum, saat, maupun sesudah proses pembelajaran berlangsung. Pendekatan Whole Language merupakan salah satu pendekatan pembelajaran bahasa yang diterapkan di Indonesia.
Whole Language merupakan pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh , tidak terpisah-pisah. (Edelsky,1991, Froese ,1990. Goodman, 1986. Weaver, 1992).
Para ahli berkeyakinan bahwa bahasa merupakan satu kesatuan (whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan (Rigg, 1991) maka dari itu, pembelajaran ketrampilan berbahasa dan komponen bahasa seperti tata bahasa dan kosakata disajikan secara utuh, bermakna dan dalam situasi yang nyata atau otentik. Jadi dalam pendekatan ini kita tidak hanya mengajarkan karena materi tersebut tertera dalam kurikulum.
Pendekatan Whole Language didasari ol3eh paha konstrutivisme yang menyatakan bahwa anak / siswa membentuk sendiri pengetahuannya melalui peran aktifnya dalam kegiatan belajar secara utuh dan terpadu. (Roberts, 1996)
Anak akan termotivasi belajar jika apa yang akan dipelajarinya itu diperlukan oleh mereka. Dalam hal ini guru berkewajiban untuk menyediakan lingkungan yang menunjang siswa agar mereka dapat belajar dengan baik. Fungsi guru dalam pendekatan ini adalah menjadi fasilitator. (Hysmith, 1993).
Komponen Whole Language ;

1. Reading Aloud
Adalah kegiatan membaca oleh guru untuk siswanya. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menyimak , memperkaya kosakata, membantu meningkatkan pemahaman, dan menumbuhkan minat baca siswa.
2. Jurnal Writing
Menulis jurnal oleh guru maupun siswa berguna untuk mendorong siswa agar mau mengungkapkan cerita/ pemikiran yang dimilikinya
3. Sustained Silent Riding
Adalah kegiatan membaca dalam hati oleh siswa. Siswa diberi kebebasab untuk memilih sendiri bacaan yang sesuai dengan kemampuannyan.
4. Shared Reading
Adalah kegiatan membaca bersama-sama antara guru dan siswa.
5. Guided Reading
Disi guru berperan sebagai fasilitator. Penekanan utama bukan pada cara membacanya tetapi pada membaca pemahaman
6. Guided Writing
Guru bertindak juga sebagai fasilitator, yaitu membantu siswa menemukan apa yang ingin ditulisnya, dann bagaimana menulisnya dengan benar, jelas, sistematis, dan menarik. Dalam kegiatan ini proses memilih topik, membuat draft, memperbaiki, maupun editing dilakukan oleh siswa sendiri.
7. Independent Readiang
Merupakan kegiatan membaca bebas baik jenis cerita, topik, maupun darimana asal buku itu. Tidak harus dari guru, tetapi siswa diberi kebebasan untuk mencari buku bacaan, asal sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan demikian siswa bisa mengetahui / menyadari bahwa buku itu ditulis/ disusun oleh manusia seperti mereka.
8. Independent Writing
Merupakan kegiatan menulis bebas. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis, meningkatkan kebiasaan menulis, meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Pancamarga Bhakti Baturetno

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Pancamarga Bhakti Baturetno

karnaval.17.08.09

karnaval.17.08.09