Jumat, 06 November 2009

Hakikat Kemampuan Berbicara

1. Hakikat Kemampuan Berbicara
Bahasa pada hakikatnya adalah sebagai alat utama dalam komunikasi manusia. Komunikasi dengan bahasa berlangsung dalam bentuk aktivitas dasar manusia yaitu speaking dan listening Clark and Clark ( 1977 : 3 ). Finocchiaro ( 1974 : 2 ) menegaskan bahwa semua orang yang normal di dunia ini dapat berbicara dan tidak satupun kelompok orang itu diketemukan tanpa memiliki bahasa lisan.
Di sini dapat dikatakan bahwa bentuk bahasa lisan ( speaking ) merupakan kemampuan berbahasa yang mutlak dimiliki oleh setiap orang yang normal. Kemampuan berbicara ini terlihat dalam aktifitasnya sehari-hari karena mereka tidak bisa hidup sendiri. Ditambahkan oleh Finocchiaro mengatakan bahwa semua bahasa merupakan alat yang memungkinkan para penutur ( speakers ) untuk mengatakan tentang diri mereka dan orang lain, menanyakan sesuatu, mengungkapkan penolakan dan penerimaan. Begitu juga Baigate dalam David Nunan ( 1995 : 40 ) bahwa interaksi berkomunikasi dapat dicirikan oleh adanya partisipan yang sering menegosiasikan makna dan secara umum mengendalikan interaksi dengan memperhatikan siapa yang mengatakan apa, pada siapa, kapan, dan tentang apa.
Kalau demikian, “ speaking” atau kemampuan berbicara adalah tindakan untuk menghasilkan ujaran yang bertujuan untuk mengungkapkan pendapat, ide-ide atau keinginan dalam rangka mempertahankan hubungan sosial atau hanya sekedar untuk menyampaikan informasi. Kemampuan wicara dalam hal ini dipandang bukan lagi sebagai ilmu melainkan lebih dipandang sebagai skill atau kemampuan karena memperolehnya perlu dipraktekkan atau digunakan. Hanya melalui praktik dan latihan berbicara secara memadai, kemampuan siswa dalam berbicara bisa meningkat, penguatan Mark D. Offner ( 2001 : 2 ). Seperti menurut Bygate yang dikutip oleh Joji ( 2001 : 6 ) ada empat sub skill yang terlibat dalam berbicara, yaitu motor-perceptive skill berkaitan dengan kompetensi gramatikal, yang meliputi kosa kata ( vocabulary ), tata bahasa ( grammar ), pelafalan ( pronounciation ) dan struktur kalimat.
Menurut Little Wood ( 1981 ) bahwa berbicara yang komunikatif melibatkan empat ketrampilan utama. Selanjutnya Little Wood dan Bygate ( 1987 : 67 ) menjabarkan aktivitas yang dimaksud untuk melatih “interaction skill”, yang meliputi empat jenis aktivitas utama.
Senada dengan Penny Ur dalam Bygate ( 1987 : 74 ), yang dikuatkan oleh Harris ( 1977 : 81 ). Demikian pula Arthur Huges ( 1989 ).

1 komentar:

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Pancamarga Bhakti Baturetno

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Pancamarga Bhakti Baturetno

karnaval.17.08.09

karnaval.17.08.09